Belajar Dari Internet Saja dan Tidak Perlu Sekolah ?

Tim Pers

 

        Pendidikan adalah proses pembelajaran akan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan sudah secara mutlak menyelimuti setiap kegiatan dalam kehidupan kita. Kita membutuhkan ilmu pengetahuan tersebut untuk menjelaskan tentang segala hal yang terjadi di sekitar kita. Kita juga membutuhkan sarana yang memadai untuk mampu membuka balok-balok ilmu tersebut. Oleh karena itu, pemerintah Republik Indonesia senantiasa bekerja keras untuk meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia demi menciptakan kualitas pendidikan Indonesia yang lebih baik serta merata.

        Perkembangan ilmu pengetahuan terjadi dengan sangat cepat dan pesat. Dalam sekejap, dunia mampu dirubah oleh ilmu pengetahuan yang luar biasa. Seperti halnya perkembangan pesat di bidang teknologi. hadirnya teknologi dalam kehidupan kita tak bukan adalah untuk mempermudah setiap kegiatan kita baik itu kegiatan sehari-hari maupun kegiatan yang bersifat menghasilkan. Keberadaan teknologi sudah merajai setiap aspek dan bidang kehidupan umat manusia. Sosial komunikasi, kesehatan, ekonomi, serta pendidikan sekalipun tak lepas dari belenggu teknologi.

        Para pelajar saat ini diberikan kemudahan untuk mengakses informasi dari internet. Hal tersebut manjadi solusi dari keterbatasan kita dalam mendapatkan informasi dan wawasan baru. Perkembangan teknologi sifatnya ialah universal, sehingga tidak ada banyak batasan untuk mengakses informasi seputar negara-negara lain selain Indonesia. Namun, kemudahan akses yang kita terima tersebut malah terlihat telah menjadi sumber dari kemerosotan ilmu dan nilai dari pendidikan di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan para pelajar Indonesia merasa bahwa mereka memiliki pilihan untuk mendapatkan pendidikan mereka. Pelajar saat ini menganggap bahwa kemudahan akses informasi yang mereka dapatkan mampu mengajar mereka tanpa pembelajaran dari seorang guru ataupun bantuan buku.

        Kementerian Komunikasi dan Informatika mengatakan bahwa banyaknya jumlah pengguna ponsel pintar di Indonesia mencapai 167 juta orang atau 89% dari total penduduk Indonesia saat ini. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk Indonesia sudah masuk kedalam akses-akses online dari internet. Kita juga dikagetkan lagi dengan kebijakan belajar daring dari pemerintah dalam masa pandemi ini sehingga akses internet pun semakin dipermudah oleh pihak pemerintah. Disatu sisi ini adalah solusi terbaik untuk mencegah penyebaran Virus Corona, tetapi di sisi hal ini kurang efektif untuk pendidikan daripada para pelajar atau peserta didik.

        Kegiatan belajar mengajar secara daring ini sangat bagus untuk memutus rantai penularan virus corona dan penguasaan teknologi informatika bagi setiap generasi bangsa Indonesia. namun tak dapat kita pungkiri bahwa terdapat juga informasi yang tidak baik bagi pendidikan pelajar yang dapat dengan mudah diakses. Hal ini dapat menurunkan moral daripada generasi penerus oleh karena pengaruh dari informasi luar tanpa filter. Bukan hanya itu, pelajar juga sudah menggap bahwa tidak lagi perlu bersekolah untuk mendapatkan ilmu dikarenakan sangat mudahnya bagi mereka untuk mendapatkan informasi dari internet. Urgensi lembaga pendidikan formal pun seakan memudar tergantikan oleh teknologi.

        Dilansir dari beberapa situs berita Indonesia, banyak membahas bahwa belajar secara daring tidak efektif. Kebanyakan membahas tentang menurunnya moral daripada para peserta didik dan penyalahgunaan kemudahan akses tersebut untuk hal-hal lain yang bersifat negatif. Pegawasan yang kurang ketat dari orang tua juga sangat disayangkan. Pelajar merasa tidak membutuhkan buku sebagai sumber belajar mereka. Seperti yang kita tahu, pembelajaran dari internet sangatlah baik untuk menambah wawasan baru, tetapi tidak akan membuat kita memiliki keterampilan. Lemabaga pendidikan formal berperan penting untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan kita. nilai keterampilan inilah yang tidak kita dapat dari internet.

        Keterampilan daripada peserta didik akan terasah secara baik dalam kegiatan belajar dan mengajar tatap muka di sekolah. Disekolah, para pelajar akan dapat secara aktif berekspresi dan berkegiatan. Belajar mengajar secara daring memang menjadi solusi terbaik untuk saat ini, namun perhatian penuh dan pengarahan dari orang tua sangat dibutuhkan untuk mengatisipasi penyalahgunaan akses oleh para pelajar. Para pengajar juga diharapkan mampu membuat pelajar lebih aktif lagi dalam kegiatan belajar mengajar, bukan hanya sekedar memberikan tugas tanpa memaparkan penjelasan mengenai materi pelajaran. Hal tersebut sangat berpengaruh terhadap ilmu yang didapatkan dan anggapan negatifdari para pelajar terhadap urgensi pengajar dalam dunia pendidikan. Alih-alih melanjutkan pendidikan walau dihadang pandemi, malah menuai kritik dari pelajar.

Tajuk Rencana.pdf (unduh)