INFINITE LOVE

        Di malam nan sepi dan hening, sejenak aku merenung meratapi keadaan. Rasa sepi sudah menjadi bagian hidupku. Di pojok kamar, aku berfikir bahwa tidak ada satu pun yang mengasihiku. Rasanya lelah dan berat sekali melangkahkan kaki di dunia yang begitu kejam dengan kesendirian. Tak terasa air mata pun terjatuh, ditemani hati yang ikut meringis.

        Bibirku seolah berkata tidak apa-apa dan menyembunyikan kesedihan itu dibalik senyuman yang begitu manis. Rasanya semesta menutup telinga, serta enggan ikut campur. Aku seakan-akan menyalahkan skenario Tuhan atas hidupku. Namun, seketika bisikan terdengar ditelingaku dengan sangat merdu, “Hai anakku, aku sangat mengasihimu“. Sontak jiwaku terkejut, hingga aku terbangun dari lamunanku dan mengingat bahwa ada yang begitu tulus mencintai dan mengasihiku, yaitu Tuhan Yesus. Aku mengingat kembali betapa indahnya cerita Sang Pencipta. Dari semua yang telah kulalui baik itu hujan, badai, bahkan pelangi, Kasih-Nya selalu menemaniku. Seketika aku merasa lega, hingga sesak di dadaku perlahan menghilang. Kucoba untuk memejamkan mata dengan harapan esok hari akan lebih baik.

        Jika direnungkan, kita hidup hingga hari ini ialah semua terjadi karena kasih dan kemurahan Tuhan. Di setiap detik, menit, hari bahkan tahun kasih Tuhan selalu mengiringi langkah perjalanan hidup kita. Tidak pernah sekalipun kasih-Nya berubah dari dahulu, sekarang sampai selama-lamanya. Bukti  bahwa kasih Tuhan itu benar nyata adanya adalah pengorbanannya di kayu salib untuk menebus dosa manusia. Kita sudah dibayar mahal dan lunas oleh darah Yesus.

        Allah itu kasih. Oleh karena Allah itu, siapapun yang mengaku sebagai anak Allah, sebaiknya harus hidup di dalam kasih. Kasih merupakan ciri khas utama orang percaya. Kasih merupakan pondasi dasar hidup kekristenan.  Bapa telah lebih dulu mengasihi kita bahkan sebelum kita melakukan apapun, maka sudah selayaknya kita sebagai penerima kasih dapat menabur kasih yang sudah kita terima tersebut kepada sesama. Kebahagiaan dapat dicapai ketika kita dapat hidup di dalam kasih. Pada dasarnya  kebahagiaan tidak ditentukan oleh harta, tahta, dan lainnya. Melainkan yang membuat seseorang bahagia adalah karena ia mengetahui bahwa ia dikasihi Tuhan dan ia juga dapat mengasihi sesama.

        Bahkan di dalam Alkitab ditegaskan hukum kasih yaitu “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”. Dengan adanya ayat Alkitab ini kita dapat mengetahui bahwa kualitas hidup orang Kristen dapat dilihat dari kehidupannya sehari-hari, apakah hidup di dalam kasih atau tidak. Kita harus meneladani Allah yang penuh kasih dengan mengekspresikan kasih yang kita terima kepada sesama.

        Terutama saat ini, Indonesia bahkan dunia sedang mengalami goncangan yang sangat besar. Pandemi Covid-19  menjadi tantangan seluruh umat manusia. Tak dapat dipungkiri banyak kerugian yang ditimbulkan akibat  pandemi ini. Mulai dari masalah kesehatan yang menimbulkan banyak kematian hingga masalah ekonomi yang membuat perekonomian lemah. Kita percaya bahwa pandemi Covid-19 ini merupakan bagian dari proses kehidupan yang Tuhan izinkan dan kita percaya bahwa Tuhan memiliki maksud yang baik untuk mengizinkan semua ini terjadi.

        Di situasi sulit seperti inilah saatnya kita menunjukkan dan meneladani kasih yang Tuhan berikan terhadap sesama kita. Kasih merupakan sesuatu yang sangat mudah diucapkan tetapi sulit untuk dilakukan. Marilah sebarkan kasih bukan sebarkan ketakutan. Pada saat ini, tidak sedikit yang merasa takut dan menyebarkan ketakutan tersebut kepada orang lain, tetapi kita sebagai orang percaya tidak boleh takut dan harus tetap menyebarkan kasih tanpa melupakan peraturan pemerintah. Ini saatnya kita memberikan kata-kata yang membangun, mendoakan mereka yang membutuhkan serta menolong siapa saja yang membutuhkan tanpa membeda-bedakan. Belajarlah mengasihi orang lain seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Memang hal itu sangat sulit ditemukan pada zaman sekarang, tetapi kita harus tahu bahwa kasih itu tidak ada batasnya. Kepada siapapun dan apapun keadaannya kita harus tetap mengasihi dengan menerima segala kekurangannya seperti Yesus menerima kita apa adanya.

        Bulan Februari adalah bulan yang diingat sebagai bulan kasih sayang, tepatnya pada 14 Februari yang diperingati sebagai hari kasih sayang. Banyak orang yang melakukan perayaan-perayaan di hari kasih sayang ini bersama orang-orang terdekatnya seperti keluarga, teman-teman dan pasangan dengan caranya masing-masing. Kasih itu tidak mengenal batas waktu, tidak hanya sebatas di tanggal 14 Februari saja, tetapi kasih harus tetap tinggal dan kita terapkan setiap hari dalam kehidupan sehari-hari.

        Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi ia bersukacita karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Pada akhirnya segala sesuatu akan berhenti, tetapi kasih lah yang akan tetap bertahan.

Jangan batasi kasihmu. Happy Valentine Day.

Narasi.pdf (unduh)

4.5 2 votes
Article Rating