“Bersatu untuk Kesejahteraan”

        Syalom teman-teman sekalian, satu dan persatuan adalah kata yang kerap kita dengar dan kita ucapkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan tertulis dengan jelas dalam sila ketiga Pancasila yaitu “Persatuan Indonesia”. Bersatu ialah sepemahaman, sepemikiran dan satu tujuan, kata ini akan sangat erat maknanya dengan Negara kita Indonesia yang notabenenya adalah Negara yang penuh dengan banyak keberagaman, seperti suku, agama dan adat budaya yang menjadi ciri khas dari Negara kita Indonesia. Lantas, bagaimana hubungan persatuan terhadap kesejahteraan dalam sudut pandang Kristen?

        Dalam Efesus 4:1-16, persatuan pada perspektif Kristen adalah persatuan yang indah dan mulia. Persatuan mulia dan indah yang dimaksud adalah ketika setiap orang satu dalam Yesus Kristus, persatuan inilah yang menjadi model dalam kehidupan umat Kristiani. Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus mengajak setiap umat untuk hidup berpadanan dengan Yesus Kristus, demi panggilan sebagai murid. Artinya, menjadikan Kristus sebagai pemimpin persatuan, karena dialah yang layak diagungkan. Gembala atau pemimpin lainnya adalah adalah pemimpin administratif yang ada di dunia, tetapi Kristus adalah pemimpin rohani sejati bagi setiap umat Kristen di dunia. Karena tak jarang pemimpin gereja menyatakan bahwa akulah pemimpin gereja, yang secara langsung bermakna pencurian kemuliaan Allah. Manusia itu adalah daging yang tak kan luput dari segala macam dosa dan kelemahan, kesaksian yang menonjolkan kata “aku” inilah yang kemudian tidak menyenangkan hati Tuhan. Hal inilah yang bisa menyebabkan perpecahan dalam jemaat yang terjadi karena penonjolan diri dan lupa bahwa pemimpin gereja adalah Kristus.

        Kolose 3 ayat 15 berkata, “Hendaklah damai-sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena itulah kamu dipanggil menjadi satu tubuh”. Ini adalah sebuah bukti jaminan dari Allah Bapa, yang mengatakan haruslah kita memiliki damai sejahtera yang daripada Kristus dalam setiap hati kita pribadi masing-masing, sebelum menyatakan damai sejahtera dalam kehidupan di sekitar kita. Demikianlah juga seorang Kristen yang tidak memiliki damai sejahtera ini dapat merusak kesatuan yang ada. Persatuan Kristen haruslah dibangun di atas dasar kasih karunia Allah. Hal ini sangat penting karena akan selalu ada ancaman dari luar yang hendak merusak relasi, persatuan dan kesatuan dalam tubuh Kristus.

        Pada intinya, persatuan yang terbangun sesungguhnya tidak akan pernah lepas dari bagaimana kerohanian dari setiap umat itu sendiri, yang semakin lama semakin buruk. Kebebasan yang diperoleh manusia dengan kemampuan untuk mengusahakan dan memelihara alam  dengan tidak mengutamakan Allah dalam tiap segmen kehidupanlah, yang kemudian menjerat manusia dalam ketidakadilan atau ketidaksejahteraan kehidupan. Ketika sebuah panggilan tidak direspon dengan mengutamakan Tuhan sebagai kepala , melainkan hanya untuk kemuliaan diri sendiri maka seseorang akan cenderung untuk tidak memandang sesame yang lain sebagai gambar dan rupa Allah, dan menekan mereka yang tidak berdaya sehingga kata kesejahteraan akan semakin jauh dalam kehidupan sosial masyarakat. Tindakan KKN dan diskriminasi menjadi salah salah satu contoh bahwa manusia tidak memuliakan Allah dan tidak menggangap setiap orang adalah sama di mata Allah Bapa di Sorga Inilah bukti bahwa seseorang itu tidak satu tubuh dengan Kristus. 

        Setiap orang Kristen adalah garam dan terang dunia, berperan untuk menyelimuti dunia dengan kasih Allah Bapa di Sorga, mengasihi sesama di dunia sebagai gambar dan rupa Allah. Meski tidak secara gamblang, Alkitab tidak mengatakan bahwa seorang kristiani hanya boleh sehati, sepemikiran, dan satu tujuan dengan sesame Kristen, percaya dengan Kristus. Tapi dengan seluruh sesamanya, yang artinya adalah semua orang tanpa terkecuali. Dan jika kemudian ini diimani maka Langkah untuk mencapai kesejahteraa hidup bukanlah lagi perkara sulit dalam nama Allah Bapa. Negara kita Indonesia tidak akan sibuk lagi untuk membenahi permasalahan internal dalam negara, seperti diskriminasi, perpecahan, Tindakan KKN, dan lain-lain. Tetapi di dalam nama Tuhan, bersatu untuk menghadapi musuh sesungguhnya yaitu kemajuan dan tantangan zaman, gobalisasi, negara asing dalam mencapai kesejahteraan dalam negara dan bangs akitab “Indonesia’ 

Renungan.pdf (unduh)

0 0 vote
Article Rating