Bersiap menghadapi tantangan besar yang terjadi era Revolusi Industri 4.0. Perubahan pola baru ini berdampak terciptanya jabatan dan keterampilan kerja baru dan hilangnya beberapa jabatan lama karena sudah tidak relevan lagi dalam dunia kerja. Tantangan itu harus dihadapi sesuai pola kerja baru yang tercipta dalam revolusi 4.0. Satu faktor yang penting adalah ketrampilan dan kompetensi yang harus tetap secara konsisten. Revolusi industri 4.0 merupakan integrasi pemanfaatan internet dengan lini produksi di dunia industri. Perubahan yang terjadi dalam dunia industri dewasa ini ditandai dengan berubahnya iklim bisnis dan industri yang semakin kompetitif karena perkembangan teknologi informasi, bahkan kadang perkembangan saat ini sudah tidak linear lagi dengan apa yang terjadi dalam satu dekade terakhir. Maka dari itu, lembaga pendidikan dan pelatihan Indonesia harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki nilai tambah sesuai kebutuhan pasar kerja, yang berkarakter, kompeten, dan inovatif. Disamping itu dunia industri harus mengembangkan strategi transformasi dengan mempertimbang-kan perkembangan sektor ketenagakerjaan.

Definisi Revolusi Industi Sebuah era dimana terjadi perubahan besar – besaran terhadap peralatan kerja dan proses produksi pada industri manufaktur. Pada awalnya revolusi industri terjadi pada sekitar tahun 1750 – 1850 di Britania Raya , lalu berkembang ke negara Eropa Amerika dan Asia. Revolusi industri mengakibatkan terjadinya perubahan besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi serta memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia.

Latar belakang revolusi industri 1.0 adalah tingkat perekonomian dan politik yang stabil pada saat itu, dan penemuan mesin – mesin uap dan mesin produksi penting.  Sampai saat ini, Revolusi industry sudah pengalami perkembangan 4 kali, yaitu revolusi jilid 1.0 sampai revolusi jilid 4.0 sekarang.

Revolusi Industri 4.0 dapat dikatakan sebagai Upgrade dari Supercomputer, Artificial Intelligence, Cloud Computing dan Big data. Indonesia memiliki daya saing industri dari urutan 45  menjadi 39 dari 140 negara dimana masih kalah dengan negara Amerika, Jerman, dan swiss (sumber; World Economic Forum 2018). Generasi Indonesia khususnya mahasiswa harapannya akan memiliki Competitive Advantage/Keunggulan Bersaing  dengan Menciptakan model bisnis yang efektif dan Efisien yang dimana akan meningkatkan daya saing sector industry nasional secara signifikan.

Bagaimana Ekonomi Dunia saat ini?

  1. Sharing Economy;

Merupakan Konsep bisnis yang memberikan akses terhadap sumber daya yang dimiliki perorang atau perusahaan untuk dimanfaatkan atau dikonsumsi bersama dengan orang lain

  1. Cloud Collaborate

Perpaduan segala big data yang di upload ke penyimpanan yang memiliki kapasitas lebih besar

  1. E-Government

Segala administrasi yang berhubungan dengan pemerintahan akan sistem portal online

  1. E-Education

Dimana lebih ditekankan kepada penggunaan IT berupa Dialog Interaktif maupun administrasi portal online

  1. Smart Manufacturing

Mengurangi Polusi dan Kerugian yang akan dialami masyarakat sekitar pabrik

  1. Smart City

Menjadi Kota Yang aman, hemat energy dan ramah lingkungan

  1. Online Health Service

Dimana ketika kita sakit kita tidak perlu lagi berobat, tetapi dengan hanya berkonsultasi dengan aplikasi smartphone contohnya HelloDokter, Kita bisa tau apa saja resep obat dari sakit yang kita alami.

 

5 Fokus Sektor Pemerintah 2019

  1. Makanan

Gandum sebagai bahan baku utama tepung terigu yang 90%-100% masih berasal dariimpor, kemudian gula 80%, garam 70%, susu 80%, kedelai 70% dan jus buah 70%. Karenanya, untuk merespons depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, sejumlah industri makanan minuman pada awal tahun depan berencana menaikan harga sebesar 5%.Kementerian Perindustrian mencatat, pada kuartal III 2018 industri makanan minuman tumbuh sekitar 10,7%, melampaui pertumbuhan ekonomi di periode yang sama sebesar 5,17%.

 

  1. Tekstil

Sepanjang Januari-Juli 2018, nilai pengapalan produk TPT Indonesia sudah mencapai US$ 7,74 miliar dan ditargetkan hingga akhir tahun 2018 bisa menembus sebesar US$ 14 miliar. Kementerian Perindustrian mencatat, nilai ekspor dari industri TPT nasional mencapai US$ 12,58 miliar pada tahun 2017 atau naik 6% dibanding tahun sebelumnya. Dengan membidik ekspor industri TPT sebesar US$ 14 miliar pada 2018, diproyeksi akan menyerap tenaga kerja sebanyak 2,95 juta orang.

 

  1. Otomotif

Kemenperin mencatat, kinerja industri otomotif di Indonesia semakin melesat, terlihat pula dari jumlah ekspor dalam bentuk komponen kendaraan yang naik hingga 13 kali lipat, dari 6,2 juta pieces pada tahun 2016 menjadi 81 juta pieces tahun 2017

 

  1. Kimia

Sektor industri bahan kimia tercatat dalam publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) mengalami penurunan pertumbuhan sebesar 4,94% pada kuartal II 2018 dibanding kuartal I 2018. Sebenarnya secara keseluruhan, BPS mencatat, industri manufaktur melambat di kuartal II 2018. Adapun perlambatan ini terjadi baik di industri besar dan sedang (IBS) serta industri mikro dan kecil (IMK). Pertumbuhan IBS di kuartal II 2018 hanya  4,36%  secara tahunan (year-on-year) atau lebih rendah dibanding kuartal I 2018 sebesar 5,36%.

 

  1. Elektronik

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), pada kuartal I-2018, kinerja sektor ini terko­reksi 2,41 persen. Kondisi ini melanjutkan tren perlambatan pertumbuhan pada kuartal terakhir tahun lalu sebesar 0,27 persen. Pele­mahan nilai tukar rupiah ter­hadap dolar Amerika Serikat juga menjadi faktor penurunan penjualan elektronik. Para pro­dusen terpaksa menaikkan harga jual karena 70 persen bahan baku merupakan produk impor.

 

 

RISE OF NEW INDUSTRIES!!!

Bangkitnya Industri Baru!!! Dalam Hal ini Penggunaan IT akan Semakin meningkat sehingga menimbulkan OT( OPPORTUNITIES DAN THREATS), Karena revolusi berasal dari Lingkungan eksternal bukan Lingkungan  Internal.

OPPORTUNITIY/PELUANG THREATS/ANCAMAN

1.       Era digitalisasi Berpotensi pada peningkataan tenaga kerja 2,1 juta pekerja tahun 2025

2.       Potensi berkurangnya emisi karbon 26 miliar metric ton industry

(Sumber; World Economic Forum)

1.       Menghilangkan 1,5 miliar pekerjaan tahun 2015-2025 sehingga manusia digantikan dengan mesin

2.       65% Murid SD akan bekerja pada pekerjaan yang belum pernah ada saat ini

(Sumber; U.S Departement Of Labour)

Indonesian TODAY

ü  Masuk 16th besar ekonomi di dunia

ü  45 Juta Orang termasuk dalam kelas konsumsi

ü  53% Populasi manusia  yang produktif dari 74% GDP

ü  55 Juta Tenaga Kerja yang berskill

ü  $0,5 triliun peluang pasar pada sector Jasa Pelayanan, agrikultur dan Nelayan, sumber daya dan pendidikan

 

Tahun 2030

ü  Masuk 7th Besar ekonomi terbaik di dunia

ü  135 Juta Orang termasuk dalam kelas konsumsi

ü  71% Populasi manusia  yang produktif dari 86% GDP

ü  113 Juta Tenaga Kerja yang berskill

ü  $1,8 triliun. peluang pasar pada sector Jasa Pelayanan, agrikultur dan Nelayan, sumber daya dan pendidikan

 

 

Dampak Penggunaan IT dalam Era RI 4.0 merupakan suatu perkembangan dan pemanfaatan digital sudah menjadi suatu keniscayaan (Keharusan) Dimana bisa menurunkan dampak lingkungan karena konsumsi yang berlebihan, menghemat biaya dengan cara menyewa atau mengonsumsi barang bekas layak pakai dan memberikan akses kepada orang-orang yang membutuhkan suatu barang, belum mempunyai kemampuan untuk membeli barang tersebut.

Sebagai contoh;

  • Ojek dulu hanya terdapat di pangkalan ojek, sekarang tinggal pesan melalui gadget aplikasi GO_JEK atau Grab, ojek nya akan datang menjemput sesuai lokasi.
  • Toko baju yang berada di luar negeri sehingga mustahil untuk membelinya secara langsung, dengan adanya aplikasi lazada,shopee, bukalapak, JDID semuanya bisa dipesan dengan begitu mudahnya.
  • Startup yang memiliki status unicorn dan decacorn di Indonesia membuat para investor melakukan investasinya.

Profesi yang bertahan di Era Revolusi Industri 4.0

  1. Industri Kreatif = industry yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, ketrampilan serta bakat individu, untuk menciptakan kesejahteraan lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.
  2. Ahli IT= Menguasai Coding dan membuat aplikasi akan menjadi keunggulan bersaing dalam diri sendiri
  3. Manager
  4. Pelayanan Kesehatan
  5. Pendidikan
  6. Jasa Konstruktif

 

Skill Yang Harus dimiliki dalam Keunggulan Bersaing Revolusi Industri 4.0

  1. Complex Problem Solving; Orang yang dapat memecahkan masalah meskipun belum pernah ada solusi yang ditemukan
  2. Social Skill; Orang yang memiliki Kecerdasan Emotional (EQ), Mengkoordinasikan serta melakukan negosiasi maupun persuasi
  3. Process Skill; Orang yang mau mendengarkan (Active Listening), Berpikir Logika(Logika Thinking), dan bisa melakukan Mentoring serta Motivator.
  4. System Skill; Orang yang mengambil keputusan dalam analisis prosedur yang sistematis untuk membandingkan serangkaian biaya dan manfaat yang relevan terhadap suatu aktivitas (Cost Benefit)

Cognitive Abilities; Orang yang pemikir, Kreatif, Alasan Logis, Peka dengan Masalah, pandai bermatematika, dan memiliki vision kedepan