Pendidikan: Perkembangan dan Tantangannya

Dwidya Paskah Gabriel Pasaribu, MNJ’16

        Mengulas sedikit tentang perjuangan untuk memajukan pendidikan di bumi Indonesia, Ki Hadjar Dewantara dengan nama asli: Raden Mas Soewardi mendirikan salah satu Taman Siswa. Kemudian beliau sempat menulis artikel-artikel yang isinya memprotes berbagai kebijakan para penjajah (Belanda) yang menghambat tumbuh kembangnya pendidikan di Indonesia. Bertolak dari usaha, kerja keras, serta pengorbanannya tersebut, beliau dianggap sebagai Tokoh Pendidikan untuk seluruh masyarakat Indonesia. Penghormatan ini terbukti dengan ditetapkannya 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional.

        Untuk mewujudkan dan membangun dunia pendidikan di Indonesia yang sedang diusahakan oleh Ki Hadjar Dewantara dalam masa penjajahan para penjajah, lahir semboyan “Tut Wuri Handayani” yang dipakai hingga saat ini. Semboyan itu telah mengubah setidaknya sedikit warna pendidikan yang kita miliki di Indonesia sampai saat ini.

 Perkembangan Pendidikan di Indonesia

        Tidak sedikit orang yang pastinya begitu bahagia, tidak terkecuali anak-anak, siswa, mahasiswa-pelajar, pecinta dan pelaku pendidikan di Indonesia jika berbicara tentang pendidikan, terlebih dalam era sekarang yang kian menuntut perubahan yang adaptif, yang katanya adalah era pembaharuan. Berarti pendidikan pun harus mengalami perubahan. Perubahan yang seperti apa?

        Kita semua berharap di era saat ini akan terjadi perubahan dan segalanya berubah. Mulai dari problematika pendidikan yang terjadi dari masa penjajahan hingga kepada masa sekarang dengan memegang teguh cita-cita dan tujuan pendidikan di Indonesia: mencerdaskan kehidupan bangsa.

        Perkembangan pendidikan di era sekarang jika dibandingkan dengan cita dan tujuan pendidikan itu sendiri, terbilang cukup memprihatinkan. Banyak orang tua, siswa, mahasiswa, guru, beserta pendidik yang menjadi korbannya. Banyak anak yang tidak memiliki biaya untuk sekolah, banyak anak-anak yang tinggal jauh di dalam desa yang tidak bias mengakses pendidikan seluwes anak-anak di kota, banyak lulusan siswa yang tidak sanggup menduduki bangku kuliah karena beratnya membayar biaya pendidikan, banyak mahasiswa yang harus menganggur kembali akibat biaya kurang sehingga tidak bias melanjutkan studi dan terpaksa mengundurkan diri dari perkuliahan, banyak guru dan pendidik yang rela melepas statusnya karena biaya hidup tidak sebanding dengan pendapatan, dan kualitas pendidikan itu sendiri yang masih rendah di seluruh Indonesia.

        Belum lagi pada masa sekarang, masa pandemi Covid-19 melanda dunia terkhusus Indonesia. Sudah lebih dari 1 tahun para pelajar melaksanakan pembelajaran secara daring, para tenaga pengajar dan pendidik melaksanakan proses mengajar secara daring atau school from home. Proses belajar mengajar daring ini menjadi pola baru yang awalnya tidak terbayangkan akan seperti apa bentuk dan pelaksanaannya, namun nyatanya sudah satu tahun lebih dilaksanakan dan membawa dampak yang beragam bagi setiap orang yang merasakannya. Melaksanakan proses belajar mengajar secara daring pun memakan biaya yang cukup besar bagi pelajar dan pengajar, dimulai dari harus adanya ketersediaan internet, jaringan yang mendukung, dan perangkat yang cukup untuk mengakses pembelajaran sedangkan masalah di atas adalah masalah biaya, di mana anak-anak pelajar saat ini tidak memiliki biaya dan kemampuan dalam mengakses hal-hal yang berkaitan dengan proses belajar mengajar daring tersebut.

Tantangan Pendidikan di Era Saat Ini

        Tantangan yang nyata untuk pendidikan di era sekarang bukan hanya Covid-19 tetapi juga adalah bagaimana seluruh orang di Indonesia terkhusus orang-orang yang tergolong kepada penduduk usia sekolah dapat merasakan akses kepada pendidikan yang merata dan mendapatkan kualitas pendidikan yang baik dan bermutu. Namun, realitanya kita tidak bias memilih mana di antara kedua ini yang harus mendapat prioritas untuk diselesaikan terlebih dahulu, karena keduanya adalah prioritas. Mau tidak mau, kedua problematika pendidikan ini harus ditangani secara simultan, berkelanjutan, dan harus tetap mendapat perhatian untuk dievaluasi karena hal ini menyangkut hak dasar setiap warga Negara dan sangat dekat bersinggungan dengan tujuan dan cita-cita dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

        Pendidikan bermutu sangat penting dan diperlukan untuk membangun bangsa yang berkualitas, cerdas dan sejahtera. Namun pada masa pandemi, masalah tersebut kian kompleks sehingga diperlukan usaha lebih dan kebijakan serta strategi penanganan yang tepat guna mencegah dampak negatif yang berkepanjangan di masa depan. Pandemi Covid-19 saat ini jelas menjadi ancaman yang sangat nyata dalam penyelenggaraan pendidikan, seperti masalah biaya pelajar atau pengajar yang tidak mendukung, tidak cukup mengikuti teknologi, angka anak yang putus sekolah, serta kualitas pembelajaran yang mengalami penurunan lantaran tidak adanya interaksi tatap muka lagi antara pelajar dan pengajar.

        Dari pandangan tersebut, kesempatan sekaligus tantangan penyelenggaraan pendidikan pada masa pandemi ini adalah membuat suatu inovasi pembelajaran berbasis teknologi digital yang dapat diakses dimanapun dan kapan pun oleh siapa pun guna menjaga kualitas pendidikan tak turun. Selain inovasi, penyelenggara pendidikan bekerjasama dengan pemerintah dalam memberikan bantuan baik moril dan materil kepada penduduk usia sekolah-pelajar dan pengajar untuk dapat mengakses hal tersebut. Pilihan yang ada saat ini juga tidak dapat menjamin pendidikan akan bertahan bagus mutunya, namun setidaknya proses kegiatan belajar mengajar dapat terus berlangsung, dapat diakses dan digunakan semua orang sekaligus pada saat yang bersamaan pihak penyelenggara pendidikan dan pemerintah memperbaiki mutu dan layanan pendidikan di Indonesia.

        Maka, pendidikan di era sekarang focus diarahkan kepada hal untuk menemukan lalu mengembangkan bakat, kemampuan, potensi, dan talenta para pelajar untuk terus tumbuh menjadi insane pelajar yang berkualitas, memiliki integritas, beriman, dan tetap menjalankan hal-hal esensial dalam dunia pendidikan seperti akal, budi, karakter, moral, dan etika yang seimbang dengan keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki, sehingga cita dan tujuan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dapat tercapai sekalipun dalam masa pandemi Covid-19.

Opini.pdf (unduh)

5 1 vote
Article Rating