TATA PELAKSANAAN

Pelaksanaan Penelaahan Alkitab oleh pengurus komisariat dilaksanakan pada tanggal 08 Mei 2021, dengan tema “Mentalitas Bukti Iman dan Kasih dalam Amanat Agung ” dan diambil dari Matius 28 ayat 18-20. Kegiatan Penelaahan Alkitab ini dibawakan oleh Hotdinal Sitanggang, S.Th. Penelaahan Alkitab ini berlangsung dari pukul 14:15 WIB hingga 15:49 WIB. Penelaahan Alkitab yang pertama ini dihadiri sebanyak 33 orang dilihat dari absensi yang diisi oleh peserta melalui Google Form yang telah dipersiapkan oleh pengurus komisariat. Peserta yang hadir terdiri dari pengurus komisariat sendiri, lalu ada anggota GMKI FEB USU, dan beberapa peserta dari penguru komisariat sejajaran. Penelaahan Alkitab ini dimulai dengan pembukaan oleh moderator yaitu Santun Benardo Nainggolan (Biro Kerohanian), di mana moderator di sini memimpin jalannya Penelaahan Alkitab mulai dari doa Pembuka oleh Maria Tambunan. Kemudian setelah selesai acara pembukaan, moderator memberikan kesempatan kepada pembicara yaitu Hotdinal sitanggang, S.Th untuk memaparkan materi Penelaahan Alkitab. Setelah pembicara selesai memberikan materi, kemudian moderator melanjutkan kegiatan dengan sesi tanya jawab sebanyak 2 sesi dengan 1 sesinya sebanyak 3 pertanyaan. Setelah selesai sesi tanya jawab, moderator menutup kegiatan penelaahan alkitab dengan memberikan kesempatan kepada pembicara untuk memberikan Closing Statement, dan moderator menutupnya dengan memberikan kesimpulan serta doa penutup.

RESUME MATERI

MENTALITAS BUKTI IMAN DAN KASIH DALAM AMANAT (MATIUS 28:18-20)

        Iman dikatakan sebagai dasar hidup bagi setiap iman Kristen yang mengaku percaya terhadap keselamatan yang telah Ia kerjakan untuk manusia. “Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati” (Yakobus 2:26), iman tanpa perbuatan berarti adalah sebuah kesia-siaan,  sebab iman sejati yang menyelamatkan akan menciptakan pembaharuan hidup dalam diri seseorang, terkhusus dalam perbuatan.

        Allah sendiri adalah Kasih dan ialah sumber kasih yang hakiki. Keselamatan yang Ia berikan melalui perantara anak-Nya Yesus Kristus merupakan karunia kasih terbesar yang pernah ada dalam sejarah manusia.  Kasih Allah tak mengenal batas, tak membedakan siapa pun dia ada dalam segala aspek kehidupan manusia, tak menuntut suatu balasan, itulah wujud Kasih Agave nan sejati. Alkitab mengajarkan bahwa kedatangan Yesus adalah untuk memberikan kabar sukacita yang luarbiasa, agar setiap orang yang percaya tidak binasa (Yoh 3:16). Allah ingin setiap orang di dunia tanpa terkecuali di seluruh dunia kembali lagi dan berkenan terhadap dia, karena hanya melalui Yesus Kristus lah kemudian kita bisa lagi sampai dan memperbaiki hubungan dengan Dia Allah Bapa di Surga.

        Amanat Agung adalah sebuah pesan dan perintah Tuhan Yesus yang harus dijalankan setiap pengikut, sebagai murid Kristus. Sama seperti firman-Nya maka hal ini pun merupakan suatu keharusan bagi setiap kita yg sudah mengaku percaya dan menerima keselamatan. Sebelum menjalankan hal tersebut pastinya haruslah kita berbenah atau membenahi diri sendiri terlebih dahulu, kita harus memahami kasih Yesus dalam amanat agung untuk setiap orang, kita harus memikul salib, menanggalkan kehidupan lama kita, sehingga kemudian kita dapat menjadi sesungguhnya murid, menjadi terang dan menjadi seorang pelaku Firman.

        Kedatangan Yesus ke dunia sendiri sudah sedari lama diberitakan oleh para nabi-nabi sebelumnya di perjanjian lama. Yang kemudian digenapi di dalam perjanjian baru, yang menjadi inti dari keseluruhan Injil. Perintah pertama dan terutama adalah “Kasihilah, Tuhan Allahmu” (Mat.22:37). Ketika kasih Allah kepada kita telah nyata melalui karya salib Kristus, maka kita pun mengasihi Dia dengan mewujudkannya melalui ketaatan kita. “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku.” kata Tuhan Yesus (Yoh.14:21). Penginjilan adalah perintah Allah sendiri. Kristus berkata, “Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa” (Mrk.13:10). Sebelum naik ke surga, Kristus memberi perintah pada murid-murid-Nya, “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku.”,  disertai dengan janji, “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.” (Mat.28 : 19-20). Janji ini diberikan untuk menguatkan hati setiap murid karena besar dan sulitnya tugas yang diamanatkan oleh Yesus. Di sisi lain, janji ini mengajarkan kepada setiap orang percaya tugas yang harus dikerjakan senantiasa sampai akhir zaman.

        Matius 28 : 18-20, yang merupakan firman Ia, Yesus Kristus sewaktu dunia menjadi Agung, sehingga disebut sebagai “Amanat Agung” adalah karena merupakan inti dari segala sesuatu. Amanat agung, menjadi begitu “agung” karena berita tentang pengorbanan Yesus untuk menebus dosa dunia adalah berita yang “sangat penting” dan merupakan “inti dari segala pembicaraan” dan juga merupakan penggenapan dari perkataan para Nabi yang ada sebelumnya khususnya di Perjanjian Lama. Hal ini juga merupakan sesuatu yang sangat penting (1 Kor 15:3–4) adanya sebuah penekanan yang sangat khas dari Rasul Paulus saat ia menulis kepada jemaat di Korintus. Kurang lebih nas-nya berbunyi demikian: “Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci … ” Paulus mengakui bahwa ia sudah menyampaikan sebuah berita yang menurutnya sangat (dengan penekanan) penting yaitu tentang berita kematian dan kebangkitan Kristus. Kalau diperhatikan, berita tentang pengampunan Kristus ini selalu diulangnya di awal surat yang ditulisnya kepada semua jemaat. Berita ini menjadi sangat penting, berada di prioritas pertama, puncak pemberitaan dan mendasari seluruh kepercayaan jemaat saat itu.

        Iman dan Kasih yang sejati akan melahirkan keberanian dan kebenaran, dalam artian mentalitas yang membuat diri seseorang tidak mengkhawatirkan sesuatu apapun karena senantiasa mengandalkan Tuhan dalam setiap hal di hidupnya. Mentalitas Iman Kristen sekarang haruslah senantiasa tahan uji dalam setiap waktu, situasi, dan tantangan. Ketika masih banyak orang yang belum mengenal Kristus, hal itulah yang menjadi tanggung jawab sebagai orang percaya dan kemudian memikul salib untuk memberitakan kebenaran atas keselamatan berdasarkan Kasih terhadap setiap orang yang ada di dunia, karena Ia hadir untuk semua orang tanpa terkecuali.Ia hadir untuk setiap orang lemah, miskin dan terpinggirkan. Hal ini juga kemudian memiliki korelasi yang sangat erat dengan visi pertama GMKI, yakni “Mengajak”. Mengajak semua orang agar percaya dan hidup dalam Kristus Yesus. Amanat agung inilah yang diminta oleh Yesus untuk kita kerjakan, karena Ia sendiri pernah berkata, “bahwa kita semua adalah saksi-Nya”.

        Sama dengan perintah, amanat, maupun firman atau perkataan yang diberikan atau disampaikan Tuhan Yesus, maka ada pula janji dan juga sebuah penyertaan motivasi dari dia, berupa penyertaan sampai akhir zaman, karena Yesus, sama sperti Bapa telah diberi Kuasa di Surga dan di Bumi. Sbagai bukti bahwa ia selalu bersama kita, iman yang benar dengan implementasi Kasih kita, khusus nya kepada sesama kita, maka kita harus senantiasa mengandalkan dan berserah pada Dia. Sehingga dalam melaksanakan amanat agung, iman kita selalu teguh, kuat dan tak kan goyah dalam memberikan kabar sukacita keselamatan tersebut, bahwa Kristus adalah Tuhan dan juruselamat.

 

0 0 vote
Article Rating